Menyambut Hari Listrik Nasional tanggal 27 Oktober 2025, maka penulis membuat artikel seputar kelistrikan, kali ini yang dibahas adalah besaran tarif listrik non-subsidi di berbagai negara yang bisa berbeda-beda (tidak ada standar) bergantung dari kebijakan pemerintah setempat. Untuk melakukan perbandingan tarif listrik antar negara, acuan yang digunakan adalah per kWh (kilo-watt hour), merupakan satuan untuk mengukur energi listrik. 1 kWh sama dengan energi yang digunakan oleh alat dengan saya 1000 watt selama 1 jam.
Tarif listrik, khususnya non-subsidi di berbagai negara bervariasi. Termahal di Bermuda, Irlandia, dan Italia (Rp 6600-7300 per kWh).
Termurah di Ethiopia, Iran, dan Sudan (di bawah Rp 100 per kWh.
Bagaimana dengan tarif listrik di Indonesia? Tarif listrik, khususnya non-subsidi di Indonesia di kisaran Rp 996-1699 per kWh, itupun tergantung golongannya yang mengacu pada besaran daya. Misal untuk rumah tangga dengan daya 900 Volt-ampere (VA) sebesar Rp 1352 per kWh, daya 1300 & 2200 VA sebesar Rp 1444 per kWh, daya 3500 VA atau lebih sebesar Rp 1699 per kWh. Jika dibandingkan Italia, maka tarif listrik di Indonesia hanya 1/4 nya saja. Tentu saja standar penentuan tarif listrik di setiap negara berbeda.
Bagaimana dengan tarif listrik di negara tetangga serumpun, Malaysia? Ternyata dengan penduduk yang lebih sejahtera, tarif listriknya lebih murah dari Indonesia, sebesar Rp 725 per kWh dan berlaku tarif progresif dimana jika semakin banyak (boros) penggunaan listriknya, maka tarif listriknya akan semakin tinggi.
Lalu apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi besaran tarif listrik bisa berbeda di berbagai negara?
1. Nilai tukar mata uang, apalagi jika bahan bakunya impor
2. Inflasi, biasanya diawali kenaikan komponen biaya perumahan, air, listrik, dan bahan bakar. Semuanya itu saling berkaitan,. Jika salah satunya mengalami kenaikan, maka kemungkinan tarif listrik akan semakin tinggi. Jika tarif listrik semakin tinggi, akan merembet ke kenaikan biaya produksi listrik itu sendiri
3. Kebijakan pemerintah, khususnya pemberian subsidi dan juga pajak (pajak karbon yang dibebankan ke konsumen)
4. Negara dengan cadangan minyak dan gas alam yang melimpah sudah pasti tarif listriknya lebih murah
5. Keterbatasan infrastruktur apalagi di daerah terpencil
6. Biaya konsttruksi pembangkit listrik baru dan pemeliharaan diperhitungkan saat menentukan tarif akhir
7. Margin keuntungan dari perusahaan. Margin keuntungan menjadi berat jika perusahaan berutang besar dan bisa saja membebani tarif akhir. Contoh nyata ya tarif kereta api jarak jauh PT. Kereta Api Indonesia (KAI) yang semakin ke sini semakin mahal ternyata imbas dari utang besar dari proyek kereta cepat Whoosh walau nyatanya itu belum cukup untuk melunasi utang tersebut
8. Daya beli masyarakat. Faktor ini yang terkadang bukan menjadi prioritas dengan dalih menyelamatkan perusahaan dan menjaga kelancaran distribusi listrik.
Demikian artikel saya, silakan mampir juga ke blog saya yang pertama (tentang inovasi, hukum, manajemen, dan sepak bola), kedua (tentang kesehatan dan kemanusiaan, full text english), ketiga (tentang masalah dan solusi kelistrikan), serta keempat (tentang hewan peliharaan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:
Blog 1: vickycahyagi.com
Blog 2: healthyhumanityvicagi.blogspot.com
Blog 4: petsvic.blogspot.com

Agak kaget juga tarif listrik di Indonesia lebih mahal dari Malaysia, padahal kesejahteraan penduduk di Malaysia lebih baik
BalasHapusBetul. Di Indonesia, daya beli masyarakat bukan faktor utama/prioritas untuk menentukan besaran tarif listrik
HapusBerharap TDL di Indonesia tidak membebani rakyat. Menunggu promo diskon tarif lagi seperti awal tahun, itu lumayan meringankan. Sumber energi terbarukan di Indonesia kudu dimaksimalkan biar TDL ga mahal.
BalasHapusHarapan yang sama. Harus ada sumber energi alternatif
HapusTarif listrik di berbagai negara memang menarik untuk dibandingkan, terutama bagaimana kebijakan lokal memengaruhi harga.
BalasHapusIndonesia, masih perlu banyak belajar dari tetangganya.
Betul, jangan sampai penentuan besaran tarif listrik mengenyampingkan daya beli masyarakat
HapusMelihat faktor yang dibahas seperti nilai tukar, subsidi dan pajak, biaya pembangkitan, serta ketersediaan energi primer, rasanya peningkatan bauran energi terbarukan dan efisiensi jaringan bisa jadi kunci agar tarif tetap terjangkau. Semoga Indonesia bisa mengejar ketertinggalan.
BalasHapusSetuju, jangan hanya mengandalkan satu sumber energi saja
HapusTarif listrik di Indonesia lumayan mahal sih menurutku. Tiap tahun pasti ada aja kenaikannya mesti tidak kita sadari. Harus ada kebijakan yang lebih adil untuk TDL ini
BalasHapusBetul, terkadang tanpa diumumkan kenaikannya, tiba-tiba naik sendiri dengan alasan pemakaian lebih tinggi, padahal perasaan sama saja hehe.. Harapan yang sama
HapusTarif listrik di negara kita hampir dua kali lipat tarif listrik di Malaysia, ya. Bikin iri saja. Kalau tidak salah kemarin-kemarin beredar kabar akan ada diskon listrik lagi seperti awal tahun. Namun, sepertinya tidak jadi.
BalasHapusSepertinya diskon seperti itu akan jarang terjadi, kecuali momen spesial seperti pergantian tahun
HapusMuy interesante. Te mando un beso.
BalasHapusGracias
HapusHave a great start to the week, dear Vicky ! 🌿✨😊🌺🌟🤗
BalasHapusThx
HapusVicky, no puedo opinar porque no se del tema.
BalasHapusPero en mi país las tarifas aumentan por alta inflación o porque el gobierno hace trato con las compañías para su beneficio , cada ves se hace mas difícil pagarla.
Interesante post.
Besos
Gracias
HapusVery informative and interesting.
BalasHapusHave a great day with many blessings
Thx 🙏
HapusVicky, paso a dejarte un saludo y desearte días felices
BalasHapusBesos Vicky
Gracias
HapusHappy start to the week, dear friend 😘🥰😍
BalasHapusThx
HapusVicky, paso a desearte un maravilloso mes de Diciembre, lleno de amor y alegrías. gracias
BalasHapusBesos Vicky
Gracias
Hapus🎄🎄🎄 wishing you have a nice week ahead, Vicky! 🌺💛🌺💛🌺
BalasHapus🤗🤗🤗🌷🌷🌷🌞🌞🌞
Thx
HapusChe sia per Te un 2026 ricco di gioie inaspettate e bellissime, vivi il tuo presente, sogna il tuo futuro, ma abbi cura di ripescare nel tuo passato quei tasselli che ti aiuteranno a costruire ciò che vuoi essere.
BalasHapusGrazie. Anche a te tanti auguri di buona salute e benedizioni.
HapusHere in the Netherlands, we pay a lot for gas and electricity, plus the delivery tax and government contributions.
BalasHapusI wish you a wonderful week.
Best regards Irma
HapusOf course, electricity rates are higher in developed countries with high per capita incomes but low natural resources. Thanks for the info.
Gracias Vicky por estar, que tengas un hermoso y feliz día.
BalasHapusBesos Vicky
Gracias
Hapus🌿Bonjour Vicky,
BalasHapusEn cet après-midi de mercredi, le temps ralentit sa course discrète,
La semaine, déjà entamée, s’équilibre dans une lumière plus secrète,
Les heures ne pressent plus, elles s’étirent avec une grâce muette,
Comme si le monde lui-même consentait à une pause honnête,
L’air semble plus tendre, les pensées moins pressées,
Et le cœur, sans bruit, apprend à mieux respirer,
Que ce moment vous offre une sérénité légère et choisie,
Une joie tranquille, sans éclat mais bien ancrée dans la vie,
Que l’après-midi s’écoule avec cette douceur rare et fidèle,
Qui ne promet rien de grand, mais rend l’instant essentiel, je me suis permis de vous suivre sur votre liste d'amis, salutation, Régis.
☙✦⮩༻.℟𝔢𝔤𝔦𝔰-ℱ.༺⮨✦❧
⚜-La Plume de l'Âme Silencieuse-⚜🪶
Merci pour votre soutien. Bonne chance !
HapusVicky, te deseo de todo corazon días maravillosos y felices.
BalasHapusBesitos Vicky
Gracias
Hapus