01/06/2026

Banyaknya Kasus Teknisi Tersetrum Listrik, Pertolongan Pertama, serta Antisipasinya

Tahun 2026, kita dikejutkan dengan beberapa kasus teknisi tersetrum listrik berdaya besar dan menimbulkan korban jiwa. Beberapa kejadian teknisi internet dan listrik tersetrum dilaporkan, termasuk insiden fatal di Bandung Barat pada April 2026, di mana satu teknisi tewas dan satu kritis. Kecelakaan sering terjadi saat perbaikan jaringan di tiang akibat kabel aktif. Hal ini menimbulkan keprihatinan tersendiri, apalagi kejadian terjadi di tempat umum dan terbuka. Teknisi listrik seharusnya sudah terlatih menghadapi masalah kelistrikan, termasuk jika ada potensi terjadi setruman listrik.


Pertolongan pertama yang dilakukan oleh orang terdekat meliputi pemutusan arus, memanggil bantuan medis, dan CPR jika perlu.

Berikut ringkasan insiden dan penanganan teknisi tersetrum:
Contoh Kasus Terkini (2026):
  • 16 April 2026 (Lembang, Bandung Barat): Dua teknisi provider internet tersetrum saat memindahkan tiang; 1 tewas, 1 kritis
  • April 2026 (Cimahi/Bandung): 4 orang teknisi jaringan internet dilaporkan tersengat listrik
  • 27 Maret 2026 (Bogor): Teknisi Wi-Fi tersetrum saat bekerja di atas tiang dan dilarikan ke rumah sakit.
Penyebab Utama Kecelakaan Kerja:
  • Kabel Aktif: Bersentuhan dengan kabel listrik bertegangan tinggi yang tidak sengaja terkelupas atau berdekatan dengan jaringan internet/WiFi
  • Peralatan Keselamatan Minim: Tidak mengenakan sarung tangan isolasi karet dan sepatu khusus
  • Faktor Kelalaian: Bekerja tanpa mematikan arus utama terlebih dahulu.

  • Pertolongan Pertama
  • Amankan Area: Jangan menyentuh korban sebelum arus listrik diputus
  1. Matikan Arus: Matikan sumber listrik utama segera
  2. Hubungi Medis: Panggil ambulans atau segera bawa ke RS terdekat
  3. Gunakan Benda Isolator: Jika arus tidak bisa dimatikan, dorong korban menggunakan benda kering yang tidak menghantarkan listrik (kayu/plastik).
  4. CPR: Lakukan CPR jika korban tidak bernapas.



Antisipasi:

1. Selalu matikan sumber listrik utama sebelum mengecek listrik

2. Kunci panel listrik agar tidak disalahgunakan 

3. Pasang papan peringatan agar lingkungan di sekitarnya waspada

4. Gunakan tespen atu multimeter untuk memastikan tidak ada arus listrik. Agar lebih meyakinkan, gunakan pula sarung tangan isolator 

5. Jangan penah bekerja menggunakan peralatan listrik dalam kondisi tangan basah, kaki basah, dan lingkungan lembap

6. Berdirilah di atas kayu kering, karpet karet, dan kardus tebal untuk memutus arus jalur ke tanah, serta gunakan sarung tangan isolator berikut perlengkapan safety lainnya

7. Jangan mengecek kelistrikan saat hujan dan terutama saat terjadi badai petir, walau tidak sedang hujan sekalipun

8. Selalu mengikuti pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) karena akan ada ilmu & pengalaman baru menyesuaikan perkembangan zaman. 

Pekerjaan teknisi listrik berisiko tinggi. Sekalipun mereka sudah dibekali ilmu, terkadang kecelakaan kerja masih saja terjadi. Tentunya dibutuhkan kehati-hatian yang sangat tinggi. Hal ini berlaku juga untuk orang awam ketika ada pengerjaan kelistrikan.