Musibah banjir pada libur tahun baru 2020 yang melanda wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat tidak hanya menimbulkan kerugian harta benda, tapi juga korban jiwa. Yang lebih memilukan, seorang ibu di Bekasi tewas tersetrum tiang listrik bekas terendam listrik. Diduga korban tidak sengaja memegang tiang listrik yang korslet akibat banjir (sumber: liputan 6.com). Dalam hal ini, tidak ada yang bisa dituntut karena kejadian tersebut di luar kuasa manusia (force majeure).
![]() |
Banjir di Kota Bogor. Sumber: Foto Kiriman Saudara di Bogor |
Saat terjadi banjir, memang salah satu yang harus diwaspadai adalah bahaya listrik yang secara tidak terduga dapat mengalir lewat air bekas banjir walau banjir sudah surut sekalipun. Lalu, bagaimana solusinya agar nasib nahas yang menimpa seorang ibu di Bekasi tidak terulang?
1. Ketika banjir parah datang, langsung matikan instalasi kelistrikan di rumah (sakelar MCB pusat dimatikan). Walau PLN akan mematikan jaringan listrik di daerah terdampak banjir parah, tapi tetap instalasi listrik rumah harus diamankan terlebih dahulu, untuk berjaga-jaga PLN telat mematikan jaringan listrik. Untuk selanjutnya, tunggu instruksi dari pihak PLN kapan untuk menyalakan instalasi listrik rumah
2. Amankan semua barang elektronik (sudah tidak teraliri listrik) ke tempat yang lebih aman (tempat yang lebih tinggi). Biasanya, yang diprioritaskan adalah yang mudah diangkat oleh manusia seperti handphone beserta charger-nya, televisi (yang layar datar), PC, laptop, console game, radio, rice cooker, microwave, setrika, pengering rambut, kipas angin, dan sebagainya. Yang harus diingat adalah jika barang elektronik tidak terselamatkan (terendam banjir), jangan sekali-kali menggunakan alat elektronik tersebut (walau sekedar dicek/diperbaiki) sampai benar-benar kering. Karena jika itu dilanggar maka barang elektronik bisa korslet dan yang memegangnya bisa tersetrum listrik. Jika ragu-ragu, panggil teknisi handal
3. Segera selamatkan kendaraan bermotor ke tempat yang aman. Jika tidak terselamatkan (terendam banjir), sempatkan untuk mencopot aki mobil mengingat listrik masih ada walau kontak sudah mati. Sama dengan barang elektronik, jangan menyalakan kendaraan sebelum dipastikan benar-benar kering (karena rawan korsleting dan membahayakan pengemudi) atau jika ragu hubungi teknisi. Biasanya yang paling dikhawatirkan adalah kerusakan ECU (Electronic Control Unit), berfungsi untuk melakukan optimasi kinerja mesin kendaraan. Dianalogikan sebagai otak kalau di manusia
4. Tidak menyentuh tiang listrik yang baru saja terendam banjir, apalagi masih terendam banjir. Jika masih terjadi hujan, kemungkinan tiang listrik teraliri listrik masih ada walau jaringan listrik baru saja dimatikan
5. Waspada sambaran petir. Jika ada badai petir, hindari lapangan terbuka, tiang listrik, persawahan, dan pepohonan. Cari tempat berlindung yang aman (seperti di dalam rumah warga, gedung, dan aula) serta terbebas dari banjir. Pada hakikatnya petir adalah listrik berkekuatan tinggi. Manusia adalah medium yang baik untuk sambaran petir, apalagi jika badan basah
5. Waspada sambaran petir. Jika ada badai petir, hindari lapangan terbuka, tiang listrik, persawahan, dan pepohonan. Cari tempat berlindung yang aman (seperti di dalam rumah warga, gedung, dan aula) serta terbebas dari banjir. Pada hakikatnya petir adalah listrik berkekuatan tinggi. Manusia adalah medium yang baik untuk sambaran petir, apalagi jika badan basah
6. Hubungi PLN (nomor telepon 123 atau mengakses PLN mobile di Android atau iOS) jika jaringan listrik di daerah terdampak banjir parah masih menyala. Adanya korban tewas tersetrum tiang listrik saat banjir parah menjadi bukti bahwa kemampuan PLN terbatas (walau sudah dilakukan patroli), tidak mengetahui di daerah korban tewas mengalami banjir parah, dan jaringan listrik terlambat dimatikan. Untuk itu, bantuan informasi dari masyarakat di daerah banjir parah sangat diperlukan
7. Penormalan listrik dilakukan setelah banjir surut, instalasi listrik kering, dan ada penandatanganan berita acara yang disaksikan Ketua RT/RW/tokoh masyarakat setempat (sumber: financedetik.com)
8. Selalu waspada, berdoa, dan mencari informasi dari sumber yang terpercaya.
Demikian artikel saya, semoga kita semakin aware terhadap bahaya listrik saat terjadi bencana alam seperti banjir parah dan mengetahui solusinya. PLN bukan segalanya, jangkauannya terbatas dan tetap membutuhkan info penting dari masyarakat setempat yang terdampak banjir parah. Memang pemerintah sedang berupaya melakukan modifikasi curah hujan agar tidak berlebih, tapi tetap saja potensi curah hujan yang tinggi masih ada. Puncak musim hujan tahun 2020 menurut BMKG adalah bulan Februari. Semoga Allah Swt senantiasa melindungi kita dari berbagai macam bencana. Aamiin😇.
Silakan mampir juga ke blog saya yang kedua (tentang kesehatan dan kemanusiaan, full text english), ketiga (tentang masalah dan solusi kelistrikan), dan keempat (tentang hewan peliharaan). Semoga bermanfaat. Thx. Berikut link-nya:
Blog 1: vickycahyagi.com
Blog 4: petsvic.blogspot.com
Boleh dikatakan masyarakat pun perlu memahami cara-cara mengamankan benda elektronik dengan sigap ketika terjadi musibah, seperti banjir agar bahaya dari sengatan listrik dari diminimalisir.
BalasHapusBetul. Idealnya hal2 seperti ini
Hapusdimasukkan ke kurikulum pendidikan di samping juga mitigasi bencana. Tidak ada istilah otodidak ketika mengahadapi kekuatan alam, semuanya harus dipersiapkan. Terima kasih
Ada sodaraku meninggal ketika musibah banjir, gara2 tersetrum perlatan rumahnya. Duh ga nyangka deh..bisa jadi pas memindahkan barang2 ya atau gimana. Bingung juga. Jadi sama sekali kita ga boleh menyentuh benda2 beraliran listrik saat banjir ya mas?
BalasHapusSedih dengarnya, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, Aamiin. Harus pertama sekali ya matikan instalasi listrik rumah. Barang elektronik yang tidak terselamatkan (terendam) selama listrik sudah mati bisa dipindahkan. Kasus saudara mba meninggal mungkin instalasi listrik rumah masih menyala, belum dimatikan seluruhnya. PLN juga terlambat mematikan jaringan listrik. Sehingga barang elektronik yang terendam banjir kemungkinan masih teraliri listrik (kabel belum dicabut dari stop kontak). Tks
HapusAamiin. Makasih 😊 Iya ya, mas Vicky.....bisa jadi masih ada aliran listrik yg belum dipadamkan semua. Memang deh kalau musibah seperti ini biasanya apa2 dilakukan spontanitas ya...dan cepat2 khawatir air makin naik.
HapusBetul, panik memang alamiah, tapi tetap harus dikendalikan dan paham ilmunya. Seperti mau presentasi saja, sudah belajar, tapi hari H panik & gugup, bisa2 gagal presentasi nya hehe..
HapusBagus artikelnya. Saya kira ini harus ada edukasinya, berkaitan dengan pendidikan kebencanaan.
BalasHapusBetul. Manajemen mitigasi bencana di negeri ini masih kurang. Warga harus nyari ilmunya sendiri
HapusKudu belajar sendiri masyarakat kita ya..kasihan banget kalau minim info kalau misalnya ga ada televisi, hp, radio dll hhmm...
HapusWah, kalo udah banjir, repot banget. Juga mesti hati-hati, ya seperti ulasan di atas, bahaya listrik, jangan dianggap masalah kecil, bisa kehilangan nyawa.
BalasHapusUlasan yang menarik, thank you :)
Betul, terkadang kalau sudah panik, takut terbawa arus banjir, tiang listrik terdekat jadi tumpuan, padahal bisa saja masih ada arus listriknya
HapusPiękne zdjęcia :)
BalasHapusdziękuję za uznanie
HapusMemang iya, kalau banjir, masalah kelistrikan salah satu yang harus diperhatikan. Harus segera dimatikan ya, takut konslet.semoga sosialisasi soal ini semakin banyak ya
BalasHapusBetul, sosialisasi penting & komunikasi antara warga dengan PLN harus cepat, jangan sampai nunggu korban jiwa dulu. Thx
HapusMasalah banjir memang paling mengerikan bila sudah mengepung rumah atau tempat yang terkena dampak banjir.
BalasHapusTerlebih utama yaa listrik. Dan penjelasan lengkap diatas mungkin bisa jadi pedoman nih untuk diterapkan.😄😄
Betul, setidaknya menjadi pengingat bagi saya juga. Terkadang kalau sudah panik bisa lupa tips di atas, jadi ibaratnya saling mengingatkan
Hapuskabarnya waktu banjir besar dijakarta ada yang kesetrum ya mas, memang harus waspada deh
BalasHapusBetul. Masih ada puncak musim hujan mulai saat Imlek sampai Februari. Jadi harus lebih waspada untuk daerah rawan banjir
HapusNegara kita adalah negara yang rawan bencana, mulai dari banjir, kebakaran, longsor, gempa, tsunami dan masih banyak lagi. Tapi masyarakat kita masih sangat minim sekali tentang informasi apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
BalasHapusBenar. Intinya negeri ini rawan banyak bencana, termasuk gunung meletus, tapi edukasi mitigasinya kurang sekali. Kebanyakan harus cari sendiri dan otodidak. Jauh jika dibandingkan Jepang misalnya. Thx
Hapusseharusnya pihak PLN tanggap dlm hal ini, dimana ada lokasi banjir, listrik alirannya segera dimatikan. Tapi memang kita sendiri jg perlu waspada terhadap benda2 yg dpt mengalirkan listrik tersebut.
BalasHapusMungkin keterbatasan jangkauan. PLN rutin patroli tapi ada saja daerah yang sulit dijangkau, termasuk tempat korban tewas tersetrum. Listrik dalam genangan banjir memang sangat bahaya. Thx
HapusInteresting. Thanks for sharing
BalasHapusYou're very welcome
Hapusjangan kan banjir ya, saya bahkan pernah dapur bocor karena talang air hujan ketutup daun sehingga meluber, saya langsung cepat-cepat matikan listrik dari depan.
BalasHapusSerem aja nanti kesetrum
Bagus itu untuk antisipasi awal, kita kan ga tau khawatir instalasi listrik di atap bermasalah, adakabel terkelupas mungkin akibat gigitan tikus dan mudah korsleting jika terkena air hujan
HapusInilah hal yang membuat saya maklum kalau terjadi mati listrik.. toh untuk kebaikan juga pemadaman listriknya.. pembahasan yang menarik pak..
BalasHapusTerima kasih atas apresiasinya. Betul, memang ada PLN yang akan memadamkan listrik saat banjir, tapi kemampuan mereka terbatas,jangkauannya terbatas,harus ada antisipasi awal dan peran serta warga sekitar untuk saling mengingatkan dan menghubungi PLN juga penting
HapusWaduh, pas lagi baca ini rumah saya baru terendam banjir pagi tadi kang jam 8, untung sekarang sudah surut. Tadi langsung cabut kulkas dan amankan barang elektronik.
BalasHapusWah di daerah mana mas? Syukurlah sudah surut & sigap mengamankan listrik & barang elektronik. Tapi tetap waspada masih ada puncak musim hujan bulan ini (Februari). Thx
HapusDaerah serang Banten kang, ngga terlalu lama sih banjirnya, cuma 3 jam saja, tapi kasur semua pada basah karena lupa, ingatnya barang elektronik aja..😂
HapusWaduh termasuk lama itu. Memang kalau sudah terdesak yang paling utama diselamatkan (setelah penghuni tentunya) adalah barang elektronik & kendaraan bermotor
HapusNaah pembelajaran menarik nih di musim penghujan.
BalasHapusBetul, harusnya masuk kurikulum pendidikan mitigasi bencana juga
Hapusbanjir hamper di semua kota Indonesia, tip yang bermanfaat ketika sedang banjir…
BalasHapus# I am following you
Ya, apalagi sekarang puncak musim hujan, harus waspada. Thx
HapusMolto interessante il tuo post, consigli molto utili.
BalasHapusBuona serata e un sereno mercoledi per te.
Prego Successo per il tuo blog
HapusWah keren ngerti komennya :D
HapusItulah gunanya google translate, autodidak pun bisa hehe.. Yang di atas bahasa Italia. Pernah juga bahasa Turki, Spanyol, sampai yang hurufnya aneh bahasa Rusia. Harapannya sih mereka respek & terikat untuk mengunjungi blog
HapusSemoga yang terkena banjir, bisa pulih dan bisa menjalani aktivitas seperti biasanya amin
BalasHapusAamiin
HapusMending langsung mematikan saluran utama biar aman aman saja
BalasHapusBetul. Tapi yang paling pertama kali adalah jangan panik. Kl panik bisa lupa walau sekedar mematikan saluran utama hehe...
HapusNice post
BalasHapus